Sistem Peningkatan Transparasi Pengelolaan Dana Bergulir Masyarakat (DBM) Melalui Kegiatan Survei UMKM di BUMDesma Artha Makmur Kerjayan
DOI:
https://doi.org/10.30656/ps2pm.v7i2.11594Kata Kunci:
Dana Bergulir Masyarakat, UMKM, Survei Lapangan, TransparansiAbstrak
Abstract
The Community Revolving Fund Program serves as a source of capital for village micro and small businesses; however, its management at BUMDesma Artha Makmur Kejayan faced challenges because the data collection relied solely on written proposals without field verification, leading to information discrepancies, identity misuse, and weak business monitoring. This community service activity aimed to improve transparency and data accuracy by conducting direct surveys on all funded business actors. The method involved field observation, structured interviews, and business documentation to verify borrower identity, business existence, and capital development. The results indicate a significant improvement in data accuracy, increased borrower transparency, and clearer mapping of active and inactive businesses. The updated database produced through this activity now serves as a reference for BUMDesma to enhance evaluation and build a more sustainable management system. In conclusion, the UMKM survey proved effective in strengthening transparency and accountability, ensuring that the Community Revolving Fund Program is managed more professionally and reaches the right beneficiaries.
Abstrak
Program Dana Bergulir Masyarakat berperan sebagai sumber permodalan bagi pelaku UMKM desa, namun pengelolaannya di BUMDesma Artha Makmur Kejayan masih terkendala karena pendataan hanya berbasis proposal tanpa verifikasi sehingga muncul ketidaksesuaian informasi, penyalahgunaan identitas peminjam, dan lemahnya pemantauan usaha. Kegiatan pengabdian ini bertujuan meningkatkan transparansi dan ketepatan data UMKM melalui pelaksanaan survei langsung terhadap seluruh penerima modal. Metode yang diterapkan meliputi observasi lapangan, wawancara terstruktur, dan dokumentasi usaha untuk memeriksa identitas peminjam, keberadaan usaha, serta perkembangan penggunaan modal. Hasilnya menunjukkan peningkatan signifikan dalam akurasi data, keterbukaan peminjam, serta pemetaan status usaha aktif dan tidak aktif. Basis data baru yang dihasilkan menjadi acuan bagi BUMDesma untuk memperkuat evaluasi dan penyusunan sistem pengelolaan yang berkelanjutan. Kesimpulannya, survei UMKM terbukti efektif dalam meningkatkan transparansi dan akuntabilitas sehingga pengelolaan Dana Bergulir Masyarakat dapat berjalan lebih profesional dan tepat sasaran.
Referensi
Abidin, Z., & Wicaksono, A. (2021). Transparansi dan akuntabilitas pengelolaan dana desa di Indonesia. Jurnal Administrasi Publik, 15(2), 134–145.
Aisyah, N., & Pratiwi, L. (2020). Model pemberdayaan UMKM berbasis kelompok perempuan di pedesaan. Jurnal Pemberdayaan Masyarakat, 5(1), 22–33.
Andriani, R., & Suryanto, T. (2023). Evaluasi efektivitas dana bergulir bagi pengembangan UMKM. Jurnal Ekonomi dan Bisnis, 18(1), 55–68.
Ardiyanto, R., & Nurhadi, M. (2021). Peran BUMDes dalam peningkatan ekonomi lokal. Jurnal Aset Desa, 2(3), 101–110.
Astuti, W., & Handayani, R. (2020). Analisis keberlanjutan usaha mikro berbasis rumah tangga. Jurnal Ekonomi Mikro, 4(2), 87–95.
Dwiyanto, A. (2022). Good governance dalam tata kelola dana publik. Yogyakarta: Gava Media.
Febriana, T., & Mandasari, L. (2021). Peran kelompok sosial dalam mengembangkan kewirausahaan perempuan desa. Jurnal Sosiologi Pedesaan, 19(2), 98–109.
Haryanto, S. (2019). Pendekatan survei dalam penelitian sosial: Teori dan praktik. Jakarta: Prenadamedia Group.
Hidayati, N., & Fitriani, E. (2023). Kendala pengembangan usaha mikro di sektor kuliner. Jurnal UMKM Nusantara, 7(1), 12–24.
Ikhsan, M., & Rahmawati, D. (2022). Evaluasi program pendanaan UMKM dan dampaknya terhadap pendapatan rumah tangga. Jurnal Keuangan Publik, 9(3), 76–89.
Kurniasari, Y., & Saputra, A. (2023). Transformasi digital UMKM di desa dan implikasinya bagi pemasaran produk. Jurnal Ekonomi Digital, 2(2), 44–60.
Lestari, S., & Widodo, B. (2020). Analisis risiko kredit pada program dana bergulir. Jurnal Manajemen Keuangan, 14(2), 155–168.
Marzuki, M., & Fauziah, S. (2022). Tantangan pendataan UMKM berbasis proposal dalam program pemerintah desa. Jurnal Pembangunan Desa, 6(1), 33–42.
Maulana, H., & Setyaningsih, S. (2021). Penguatan kapasitas UMKM melalui pendampingan kelompok. Jurnal Abdimas Kreatif, 3(2), 45–56.
Nasution, I., & Yuliani, R. (2021). Model pengelolaan dana bergulir berbasis komunitas. Jurnal Ekonomi Pembangunan, 22(1), 88–99.
Prasetyo, A., & Utami, D. (2020). Peran survei lapangan dalam validasi data penerima manfaat program pemerintah. Jurnal Administrasi Sosial, 8(3), 120–130.
Putri, A., & Aminah, S. (2022). Faktor sosial dalam keberhasilan usaha mikro perempuan. Jurnal Gender & Pemberdayaan, 9(2), 77–89.
Rahmawati, S., & Cahyo, H. (2023). Evaluasi pengelolaan BUMDes dalam mendukung ketahanan ekonomi desa. Jurnal Manajemen Daerah, 5(1), 41–53.
Sari, D., & Munawaroh, F. (2021). Akuntabilitas dan transparansi dalam program pemberdayaan berbasis komunitas. Jurnal Pemberdayaan Warga, 4(2), 66–78.
Sudirman, Y., & Laili, F. (2024). Dampak program dana bergulir terhadap peningkatan pendapatan UMKM. Jurnal Ekonomi Sosial, 11(1), 25–39.
Wulandari, M., & Ridho, F. (2023). Peran kelompok sosial-keagamaan dalam penguatan ekonomi perempuan desa. Jurnal Sosiologi Pembangunan, 4(2), 55–70.
Yusuf, T., & Karim, M. (2020). Pelatihan kewirausahaan untuk peningkatan kapasitas pelaku UMKM desa. Jurnal Abdimas Mandiri, 2(1), 17–28.
Unduhan
Diterbitkan
Terbitan
Bagian
Lisensi
Hak Cipta (c) 2025 Sugi Indaningsih Indah, Ammah Fazizah

Artikel ini berlisensiCreative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.
