Peningkatan Pemahaman Petani Tentang Konservasi Tanah dan Air di Bayongbong, Garut

  • Shantosa Yudha Siswanto Departemen Ilmu Tanah dan Sumber Daya Lahan, Universitas Padjadjaran
  • Marenda Ishak Sangjaya Sule Departemen Ilmu Tanah dan Sumber Daya Lahan, Universitas Padjadjaran
  • Ichsan Nurul Bari Departemen Hama dan Penyakit Tumbuhan, Universitas Padjadjaran
  • Dani Lukman Hakim Departemen Agribisnis, Universitas Galuh
Abstract views: 242 , PDF downloads: 285
Keywords: Erosi, Konservasi, Penyuluhan, Pertanian

Abstract

Pemahaman petani yang rendah tentang konservasi tanah dan air akan membuat lahan pertanian rentan terhadap erosi yang pada akhirnya menurunkan produktivitas lahan pertanian. Tujuan kegiatan tersebut adalah untuk memberikan pemahaman kepada para petani di daerah tersebut tentang pentingnya penerapan konservasi tanah dan air. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat berupa penyuluhan dengan pentingnya pemahaman konservasi tanah dan air bagi petani di Desa Karyajaya dan Panembong, Kecamatan Bayongbong, Kabupaten Garut. Berdasarkan hasil data kuesioner yang dikumpulkan, dapat disimpulkan bahwa pada awalnya peserta penyuluhan memiliki pengetahuan yang minim tentang wawasan konservasi tanah dan air, khususnya dampak erosi dan metode yang bisa digunakan dalam menurunkan terjadinya erosi. Setelah dilakukan penyuluh­an, terlihat peningkatan wawasan serta keinginan petani untuk menjaga lingkungan pertanian agar terhindar dari dampak erosi.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Adimihardja, A. (2006). Strategi mempertahankan multifungsi pertanian di Indonesia. Jurnal Litbang Pertanian, 25(3), 99–105. http://balittanah.litbang.pertanian.go.id/ind/dokumentasi/prosiding/mflp2006/a_adi.pdf

Arsyad, S. (2000). Konservasi Tanah dan Air. Bogor: IPB Press. https://books.google.co.id/books?id=g52mtQEACAAJ

Atmojo, S. W. (2008). Peran agroforestri dalam menanggulangi banjir dan longsor DAS. Proseding Seminar Nasional Pendidikan Agroforestry Sebagai Strategi Menghadapi Pemanasan Global Di Fakultas Pertanian, UNS. Solo, 4, 1–15. https://nurma.staff.uns.ac.id/wp-content/blogs.dir/259/files/2009/04/3-agroforestri-banjir-dan-longsor-das1.pdf

Badan Pusat Statistik Kabupaten Garut. (2018). Statistik Daerah Kabupaten Garut 2018. https://garutkab.bps.go.id/publication/2018/11/29/4a5e305e695af427e7274b22/statistik-daerah-kabupaten-garut-2018.html

Lal, R. (1988). Soil Erosion Research Methods. Soil and Water Conservation Society. https://books.google.co.id/books?id=d_rwAAAAMAAJ

Makatita, J., & Isbandi, S. D. (2014). Tingkat Efektivitas Penggunaan Metode Penyuluhan Pengembangan Ternak Sapi Potong di Kabupaten Buru Provinsi Maluku. AGROMEDIA: Berkala Ilmiah Ilmu-Ilmu Pertanian, 32(2), 64–74. http://www.jurnalkampus.stipfarming.ac.id/index.php/am/article/view/95

Mohammad, A. G., & Adam, M. A. (2010). The impact of vegetative cover type on runoff and soil erosion under different land uses. CATENA, 81(2), 97–103. https://doi.org/https://doi.org/10.1016/j.catena.2010.01.008

Mulyati, Y. (2015). Profil Kecamatan Bayongbong. https://www.yumpu.com/id/document/read/38638142/dra-yayat-mulyati-garutgoid-sistem-informasi-kecamatan

Peraturan Daerah Kabupaten Garut Nomor 29 Tahun 2011 Tentang Rencana Tata Ruang Wilayah Kabupaten Garut Tahun 2011 - 2031. Tambahan Lembaran Daerah Kabupaten Garut Nomor 5 Tahun 2011. Garut. https://jdih.garutkab.go.id/page/info/produk/8278

Purnomo, E., Pangarsa, N., Andri, K. B., & Saeri, M. (2015). Efektivitas metode penyuluhan dalam percepatan transfer teknologi padi di Jawa Timur. JINOTEP (Jurnal Inovasi Dan Teknologi Pembelajaran): Kajian Dan Riset Dalam Teknologi Pembelajaran, 1(2), 191–204. http://journal2.um.ac.id/index.php/jinotep/article/view/2124

Sani, Y. A. (2009). Konsep Spatial Relationship dan Penerapannya: Pada Studi Kasus Pola Deforestasi di Kabupaten Garut. Skripsi. Universitas Indonesia. http://lib.ui.ac.id/file?file=pdf/metadata-20181705.pdf

Stocking, M. (1984). Erosion and soil productivity: A review. Food and Agriculture Organization. Land and Water Development Division, AGLS Consultant’s Working Paper, 1.

Suripin, M. (2002). Pelestarian sumber daya tanah dan air. Yogyakarta: Andi. https://books.google.co.id/books?id=JtV-AAAAMAAJ

Toy, T. J., Foster, G. R., & Renard, K. G. (2002). Soil Erosion: Processes, Prediction, Measurement, and Control. Wiley. https://books.google.co.id/books?id=7YBaKZ-28j0C

Walgito, B. (2004). Pengantar psikologi umum. Yogyakarta: Andi Offset. https://opac.perpusnas.go.id/DetailOpac.aspx?id=561556

Published
2021-04-08
How to Cite
Siswanto, S. Y., Sule, M. I. S., Bari, I. N., & Hakim, D. L. (2021). Peningkatan Pemahaman Petani Tentang Konservasi Tanah dan Air di Bayongbong, Garut. Wikrama Parahita : Jurnal Pengabdian Masyarakat, 5(2), 109-113. https://doi.org/10.30656/jpmwp.v5i2.2605
Section
Articles