Eksplorasi Etnomatematika pada Batik Seluang Mudik Sarolangun Jambi

Authors

  • Sri Mariana Universitas Islam Sarolangun
  • Siti Nur Hikma Universitas Islam Sarolangun
  • Azira Tunnuzur Universitas Islam Sarolangun
  • Tri Asthi Wulandari Universitas Islam Sarolangun
  • Devi Saputri Universitas Islam Sarolangun

DOI:

https://doi.org/10.30656/ft87sx23

Abstract

Abstrak

Batik Seluang Mudik merupakan salah satu kain batik khas Kabupaten Sarolangun, Provinsi Jambi, yang menampilkan motif utama berupa ikan seluang (Rasbora sp.) yang bermigrasi melawan arus sungai. Motif ini terinspirasi dari fenomena alam sungai-sungai di Sarolangun, khususnya perilaku musiman ikan seluang yang berenang ke hulu untuk bertelur. Penelitian ini bertujuan mengeksplorasi konsep-konsep matematika yang termuat dalam motif Batik Seluang Mudik Sarolangun Jambi. Pendekatan yang digunakan adalah kualitatif dengan metode etnografi. Hasil kajian menunjukkan bahwa motif batik tersebut memuat berbagai konsep matematika, antara lain: (1) geometri transformasi yang meliputi translasi, refleksi, rotasi, dan dilatasi; (2) konsep simetri dan pola berulang; (3) karakteristik fraktal dalam pengulangan motif; (4) geometri bidang seperti segitiga, elips, dan kurva lengkung; serta (5) konsep proporsi dan perbandingan dalam komposisi warna. Temuan ini mengindikasikan bahwa Batik Seluang Mudik berpotensi besar sebagai media pembelajaran matematika yang kontekstual dan berbasis kearifan lokal.

 

Kata kunci: Etnomatematika, Batik Seluang Mudik, Sarolangun, Geometri Transformasi, Budaya Lokal

Abstract

Seluang Mudik Batik is one of the traditional batik fabrics originating from Sarolangun Regency, Jambi Province, Indonesia. Its main motif depicts the seluang fish (Rasbora sp.) migrating upstream against the river current. This motif is inspired by a natural phenomenon commonly observed in the rivers of Sarolangun, particularly the seasonal behavior of seluang fish swimming upstream to spawn.This study aims to explore the mathematical concepts embedded in the motifs of Seluang Mudik Batik from Sarolangun, Jambi. The research employed a qualitative approach using an ethnographic method. The findings reveal that the batik motif contains various mathematical concepts, including: (1) geometric transformations such as translation, reflection, rotation, and dilation; (2) symmetry and repeating patterns; (3) fractal characteristics reflected in the recurring motifs; (4) plane geometry concepts, including triangles, ellipses, and curved forms; and (5) proportional and comparative relationships in color composition.These findings indicate that Seluang Mudik Batik has significant potential as a contextual mathematics learning resource rooted in local cultural wisdom, enabling students to connect mathematical concepts with their cultural environment.

Keywords: Ethnomathematics, Batik Seluang Mudik, Sarolangun, Transformation Geometry, Local Culture

 

Downloads

Published

2026-05-31

Issue

Section

Articles