Jurnalisme Kuning, ‘Lampu Kuning’ Etika Komunikasi Massa


Abdul Malik(1*),

(1) Universitas Serang Raya
(*) Corresponding Author

Abstract


Praktik jurnalisme kuning (yellow journalism) di Indonesia telah berlangsung sejak era Demokrasi Liberal dan berlanjut di era Orde Baru seiring dengan kemunculan koran Pos Kota dengan trilogi informasi yang disajikan: kriminalitas, kekerasan dan seksualitas. Pasca diberlakukannya Undang-Undang Pers No. 40 Tahun 1999, praktik jurnalisme demikian semakin memperlihatkan peningkatan dengan munculnya berbagai media serupa dengan Pos Kota. Pemberitaan yang bombastis penuh sensasi, vulgar, bahkan cenderung sadistis menjadi trend di banyak media. Kondisi yang kemudian juga berlangsung pada media berita online di era milenial saat ini.  Kebebasan pers yang didedikasikan untuk mencapai kemerdekaan pers guna mewujudkan kedaulatan rakyat yang berasaskan demokrasi, keadilan, dan supremasi hukum, sesuai semangat Undang-Undang No. 40 Tahun 1999, pada sebagian media dan wartawan lebih bermakna kebebasan tanpa batas dan cenderung keluar dari koridor etis-profetis, sehingga menimbulkan dampak negatif yang tidak kecil bagi masyarakat.


Full Text:

PDF

References


Buku:

Baggini, Julian. 2003. Making Sense; Filsafat di Balik Headline Berita (edisi terjemahan). Bandung: Mizan.

Baran, Stanley J., dan Davis, Dennis K. 2010. Teori Komunikasi Massa; Dasar, Pergolakan dan Masa Depan (edisi terjemahan). Jakarta: Salemba Empat.

Conboy, Martin. 2003. The Press and Popular Culture. London: The Sage Publications Ltd.

McQuail, Dennis. 2000. McQuail’s Mass Communication Theory. New Delhi: Sage Publications, Ltd.

Said, Tribuana. 1988. Sejarah Pers Nasional dan Pembangunan Pers Pancasila. Jakarta: CV Haji Masagung.

Sukardi Wina Armada. 2007. Keutamaan di Balik Kontroversi Undang-Undang Pers. Jakarta: Dewan Pers.

Sukardi, Wina Armada. 2007. Close Up Seperempat Abad Pelaksanaan Kode Etik Jurnalistik. Jakarta: Dewan Pers.

Straubhaar, J., LaRose, R. dan Davenport R. 2011. Media Now: Understanding Media, Culture and Tchnology. Thomson-Wadsworth.

Vivian, John. 2008. Teori Komunikasi Massa (edisi terjemahan). Jakarta: Kencana Prenada Media Group.

Majalah:

Cakram Fokus, edisi Mei-Juni 2005

Artikel:

Iwan Qodar Himawan. Soal Etika dalam Jurnalisme Online. Artikel dimuat dalam Jurnal Dewan Pers, Edisi No. 4 Januari 2011.

Karaniya Dharmasaputra. Jurnalisme Online: Asal Seru dan Saru? Artikel dimuat dalam Jurnal Dewan Pers, Edisi No. 4 Januari 2011.

Priyambodo RH. Melek Multimedimassa. Artikel Artikel dimuat dalam Jurnal Dewan Pers, Edisi No. 4 Januari 2011.

Portal Online:

Bangkapos.com (2017, 17 November). Eno Dibunuh Karena Menolak Hubungan Intim, Kemaluannya Dimasukan Cangkul. Diunduh dari: http://bangka.tribunnews.com/2016/05/17/eno-dibunuh-karena-menolak-hubungan-intim-kemaluannya-dimasukan-pacul.

Bincangmedia.wordpress.com (2017, 19 November). Menelisik Sejarah Koran Kuning di Indonesia. Diunduh dari: https://bincangmedia.wordpress.com/tag/sejarah-jurnalisme-kuning-di-indonesia/.

Etnohistori.org. (2017, 19 November) Etnografi Sejarah Koran Kuning (2): Pos Kota Sang Pemula. Diunduh dari http://etnohistori.org/etnografi-sejarah-koran-kuning-2-pos-kota-sang-pemula-lukman-solihin.html.

Lensaindonesia.com (2017, 17 November). Terungkap, Enno Masih Hidup dan Minta Ampun Saat Kemaluannya Dimasuki Gagang Pacul. Diunduh dari: https://www.lensaindonesia.com/2016/05/17/terungkap-enno-masih-hidup-dan-minta-ampun-saat-kemaluannya-dimasuki-gagang-pacul.html.

Sindonews.com (2017, 17 November). Saat Dimasukan Cangkul Kondisi Enno Masih Hidup. Diunduh dari: https://metro.sindonews.com/read/1109231/170/saat-dimasukan-cangkul-kondisi-enno-masih-hidup-1463479461.

Tribunnews.com (2017, 17 November). Enno Merintih Kesakitan Saat Gagang Pacul Menancap di Organ Intimnya. Diunduh dari: http://www.tribunnews.com/metropolitan/2016/05/17/enno-merintih-kesakitan-saat-gagang-pacul-menancap-di-organ-intimnya

Viva.co.id (2017, 17 November). Dewan Pers Kritik Cara Media Online Beritakan Kejahatan. Diunduh dari: http://www.viva.co.id/berita/nasional/779705-dewan-pers-kritik-cara-media-online-beritakan-kejahatan-seks.


Article Metrics

Abstract view : 334 times| PDF : 683 times

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.

AJUDIKASI : Jurnal Ilmu Hukum Indexed By :