AUDIT SISTEM INFORMASI PRESENSI PADA PERUSAHAAN MANUFAKTUR KOMPONEN ALAT ELEKTRONIK MENGGUNAKAN COBIT 2019

Authors

  • Tiara Putri Ad'haini Universitas Nusa Mandiri
  • Cahyani Budihartanti

DOI:

https://doi.org/10.30656/prosisko.v13i3.12433

Abstract

Penerapan sistem presensi fingerprint di PT XYZ mengalami sejumlah tantangan operasional harian serta ketergantungan pada penyedia layanan akibat kurangnya personel TI, hal tersebut menunjukkan perlunya dilakukan audit sistem informasi yang menyeluruh. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi efisiensi, keamanan, dan keandalan sistem presensi fingerprint secara komprehensif melalui audit tata kelola TI yang berlandaskan pada kerangka kerja COBIT 2019. Penelitian ini menerapkan metode deskriptif kuantitatif melalui wawancara, observasi, dan kuesioner yang berlandaskan pada domain COBIT 2019 untuk mengevaluasi tingkat kapabilitas dan kesenjangan dalam sistem informasi presensi perusahaan. Data diperoleh melalui teknik purposive sampling melalui penyebaran kuesioner, wawancara, dan observasi, yang selanjutnya dianalisis dengan metode penilaian kapabilitas berdasarkan COBIT 2019 pada domain DSS01, DSS02, DSS03, DSS04, DSS05, BAI06, BAI10, dan APO13. Penelitian ini menunjukkan hasil penilaian tingkat kapabilitas sistem presensi saat ini berada pada Level 3 Defined Process, yang menunjukkan perusahaan telah menjalankan tata kelola sistem presensi sesuai dengan standar industri. Analisa proses menunjukkan tingkat rata-rata tingkat kapabilitas sistem berada pada Level 3, namun terdapat temuan kesenjangan pada domain DSS04 dengan kesenjangan 2 poin dan DSS05 dengan kesenjangan 1 poin terhadap target Level kapablitas Level 3. Kesenjangan ini menunjukkan ketidaktersediaan prosedur pemulihan yang terorganisir saat sistem mengalami kegagalan total dan kerentanan terhadap pengendalian keamanan data presensi yang dapat dimanipulasi.  Dari keseluruhan proses penelitian, dapat disimpulkan bahwa perbaikan tata kelola TI yang berlandaskan COBIT 2019 sangat penting untuk mengurangi risiko kegagalan operasional, memastikan keamanan data, memperkuat pengawasan terhadap vendor, serta memelihara hubungan harmonis dengan karyawan perusahaan.

Downloads

Published

2026-11-04