ANALISIS FORENSIK DIGITAL SERANGAN DDOS MENGGUNAKAN METODE ISSAF DAN NIST
DOI:
https://doi.org/10.30656/prosisko.v13i3.12222Abstract
Perkembangan teknologi informasi yang pesat membuka celah meningkatnya kejahatan siber, khususnya serangan Distributed Denial of Service (DDoS). Berdasarkan laporan Cloudflare Radar, volume serangan HTTP DDoS meningkat sebesar 65% pada kuartal ketiga 2023 dibandingkan kuartal sebelumnya. Di Indonesia, Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) mencatat lebih dari 1,6 miliar anomali trafik pada 2021, sebagian besar terindikasi sebagai serangan siber termasuk DDoS yang menargetkan institusi pendidikan dan pemerintahan. Penelitian ini bertujuan menganalisis proses terjadinya serangan DDoS pada web server Universitas Nahdlatul Ulama Sulawesi Tenggara (UNUSULTRA) dan mengungkap bukti digital melalui pendekatan forensik digital. Penelitian menggunakan dua metode yaitu Information System Security Assessment Framework (ISSAF) untuk simulasi serangan penetrasi menggunakan KARMA-DDoS, dan National Institute of Standards and Technology (NIST) untuk investigasi forensik menggunakan Wireshark dan NetworkMiner. Hasil menunjukkan simulasi serangan DDoS berhasil mengganggu layanan web server, dibuktikan dengan munculnya pesan error establishing a database connection. Bukti digital berupa alamat IP penyerang, paket ICMP, pola trafik mencurigakan, dan koneksi SSL masif berhasil diidentifikasi serta direkonstruksi secara kronologis. Penelitian ini mengintegrasikan dual framework (ISSAF+NIST) dengan dual tools forensik (Wireshark+NetworkMiner) pada web server Universitas Nahdlatul Ulama Sulawesi Tenggara, sehingga dapat menjadi rujukan penguatan sistem keamanan jaringan di lingkungan akademik.
Kata Kunci: DDoS, Digital Forensik, ISSAF, NIST





