Main Article Content

Catur Nugroho

Abstract

Penelitian ini ingin mengetahui bagaimana media mengkonstruksi realitas menjadi berita dalam mengakomodir opini, sikap, pandangan dan pendapat masyarakat, kritik, dan saran yang berhubungan dengan permasalahan keistimewaan Yogyakarta. Dalam perspektif komunikasi, pertautan media dalam ranah kebijakan publik dapat dilihat menggunakan pendekatan framing. Melalui analisis framing, akan dapat dipahami dengan cara dan teknik apa isu dan permasalahan keistimewaan Yogyakarta ditekankan dan ditonjolkan. Pengumpulan data dilakukan dengan melakukan observasi pada level teks berita Harian Kompas dan Kedaulatan Rakyat dan studi pustaka. Selanjutnya digunakan perangkat framing Pan dan Kosicki, yakni sintaksis, skrip, tematik, dan retoris untuk melakukan deskripsi dan analisis teks. Hasil dari penelitian ini, Kompas menganggap peristiwa seputar RUU Keistimewaan Yogyakarta cukup menarik dan “layak” untuk diangkat, sedangkan KR menganggap bahwa peristiwa dan fakta seputar pembahasan RUUK DIY “sangat penting” untuk dikonstruksi menjadi berita. Dalam mengkonstruksi berita, media seharusnya tetap memiliki tanggung jawab sosial untuk menyampaikan kebenaran kepada masyarakat sebagai konsumennya, karena media memiliki “kekuatan” untuk memilih simbol, menentukan bingkai (frame), dan memberikan ruang (space) dalam mengkonstruksi teks berita.

Downloads

Download data is not yet available.

Article Details