Kapital, Krisis, Dan Koneksi: Faktor Penentu Tax Avoidance Pada Industri Manufaktur Di Indonesia

Authors

  • Nikke Yusnita Universitas Serang Raya
  • Nana Umdiana
  • Kodriyah

DOI:

https://doi.org/10.30656/k7wc1v59

Keywords:

Financial Distress, Capital Intensity, Koneksi Politik

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh financial distress, capital intensity, dan koneksi politik terhadap praktik tax avoidance pada perusahaan manufaktur yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia periode 2019–2023. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain kausalitas. Sampel terdiri dari 87 perusahaan yang dipilih melalui metode purposive sampling dengan kriteria tertentu. Data diperoleh melalui studi dokumentasi laporan tahunan perusahaan dan diolah menggunakan analisis regresi linier berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa financial distress tidak berpengaruh signifikan terhadap tax avoidance, sedangkan capital intensity dan koneksi politik berpengaruh signifikan positif terhadap tax avoidance. Temuan ini menegaskan bahwa perusahaan dengan struktur aset tetap tinggi cenderung melakukan penghindaran pajak melalui pemanfaatan depresiasi, serta koneksi politik dapat dimanfaatkan perusahaan untuk mengurangi beban pajak melalui perlindungan informal dan akses terhadap informasi kebijakan fiskal. Penelitian ini memberikan kontribusi teoritis dalam memperluas perspektif akuntansi menuju pendekatan interdisipliner yang melibatkan aspek politik, serta kontribusi praktis bagi regulator untuk merancang kebijakan pajak berbasis risiko.

References

Alaka, H. A., Oyedele, L. O., Owolabi, H. A., Kumar, V., Ajayi, S. O., Akinade, O. O., dan Bilal, M. (2018). Systematic Review of Bankruptcy Prediction Models: Towards a Framework for Tool Selection. Expert Systems with Applications, 94, 164–184.

Alifianti, R., Putri, H., dan Chariri, A. (2017). Pengaruh Financial Distress dan Good Corporate Governance Terhadap Praktik Tax Avoidance Pada Perusahaan Manufaktur. Diponegoro Journal of Accounting, 6(2), 1–11.

Altman, E. I., Hotchkiss, E., dan Wang, W. (2019). Corporate Financial Distress, Restructuring, and Bankruptcy. In Corporate Financial Distress, Restructuring, and Bankruptcy. John Wiley dan Sons, Inc.

Chen, S., Chen, X., Cheng, Q., dan Shevlin, T. (2010). Are Family Firms More Tax Aggressive than Non-Family Firms? Journal of Financial Economics, 95(1), 41–61.

Çolak, M. S. (2021). A New Multivariate Approach for Assessing Corporate Financial Risk Using Balance Sheets. Borsa Istanbul Review, 21(3), 239–255.

Faccio, M. (2006). Politically connected firms. American Economic Review, 96(1), 369–386.

Fajri, A., dan Khoiru Rusydi, M. (2016). Pengaruh Koneksi Politik Terhadap Penghindaran Pajak.

Febriyanto, Muhammad Ikhsan, dan Finatariani., E. (2019). Pengaruh Capital Intensity, Profitabilitas, Dan Sales Growth Terhadap Tax Avoidance. Jurnal Akuntansi AKUNESA, 7(2), 684–700.

Ferdiawan, Y., dan Firmansyah, A. (2017). Pengaruh Political Connection, Foreign Activity, dan, Real Earnings Management Terhadap Tax Avoidance. Jurnal Riset Akuntansi Dan Keuangan, 5(3), 1601–1624.

Jensen, M. C., dan Meckling, W. H. (1976). Theory of The Firm: Managerial Behavior, Agency Costs and Ownership Structure. Journal of Financial Economics, 3(4), 305–360.

Khairani, S.-. (2019). Pengaruh Profitabilitas, Financial Distress, Dewan Komisaris Independen Dan Komite Audit Terhadap Nilai Perusahaan Dimediasi Oleh Tax Avoidance (Studi Empiris Pada Perusahaan Sektor Industri Barang Konsumsi Yang Terdaftar Di Bursa Efek Indonesia Periode 2. Jurnal Akuntansi, 9(1), 47–64.

Kim, C. F., dan Zhang, L. (2016). Corporate political connections and tax aggressiveness. Journal of Accounting and Economics, 61(2–3), 409–432.

Lestari, S., (2023). Political Connections, Corporate Governance, and Tax Avoidance. Jurnal Akuntansi Multiparadigma, 14(2), 341–357.

Lestari, P. A. S, dan Pratomo, Dusi, A. (2019). Pengaruh Koneksi Politik dan Capital Intensity Terhadap Agresivitas Pajak (Studi pada Perusahaan Pertambangan yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia Tahun 2013-2017). Jurnal ASET (Akuntansi Riset), 11(1), 40–52.

Mahardini, N. Y., dan Bandi. (2023a). An Analysis of Factors Affecting The Financial Distress: The Case Of SOEs In Indonesia. JAK (Jurnal Akuntansi) Kajian Ilmiah Akuntansi, 10(1), 172–185.

Mahardini, N. Y., dan Bandi. (2023b). Choosing Ratio in the Financial Distress Prediction Model. Journal of Namibian Studies, 34, 1213–1232.

Mahardini, N. Y., Kodriyah, Octaviani, S., dan Indriyani Putri, A. (2025). Indikator Keuangan dan Kepemilikan Keluarga: Kunci Prediksi Financial Distress Perusahaan. Jurnal Riset Akuntansi dan Komputerisasi Akuntansi, 16(1), 1–15.

Nurrahmi, A. D., dan Rahayu, S. (2020). Pengaruh Strategi Bisnis, Transfer Pricing, dan Koneksi Politik terhadap Tax Avoidance. JAE (Jurnal Akuntansi dan Ekonomi ), 5(2), 48–57.

Pratomo, D., Kurnia, K., dan Maulani, A. J. (2021). Pengaruh non-financial distress, koneksi politik, dan intensitas persediaan terhadap tax avoidance. Jurnal Akuntansi Aktual, 8(2), 107–114.

Prihadi, T. (2020). Analisis Laporan Keuangan. Gramedia.

Purwanti, Shinta Meilina, L. S. (2017). Pengaruh Intensitas Aset Tetap, Pertumbuhan Penjualan dan Koneksi Politik Terhadap Tax Avoidance. Jurnal Riset Akuntansi Dan Keuangan, 5(3), 1625–1642.

Rani, P. (2017). Pengaruh Ukuran Perusahaan, Financial Distress, Komite Audit, dan Komisaris Independen Terhadap Tax Avoidance. Jurnal Akuntansi Dan Keuangan, 53(9), 1689–1699.

Reza, M. K., Yuliniar, dan Simarmata, P. (2020). Pengaruh Kepemilikan Keluarga, Financial Distress, dan Thin Capitalization Terhadap Penghindaran Pajak. Business Management, Economic, and Accounting National Seminar, 1(1), 1059–1076.

Richardson, G., Taylor, G., dan Lanis, R. (2015). The impact of board of director oversight characteristics on corporate tax aggressiveness: An empirical analysis. Journal of Accounting and Public Policy, 34(3), 338–358.

Saputra, A. W., Suwandi, M., dan Suhartono. (2020). Pengaruh Leverage dan Capital Intensity Terhadap Tax Avoidance Dengan Ukuran Perusahaan Sebagai Variabel Moderasi. Jurnal Akuntansi, 1, 29–47.

Sari, M. M., dan Martani, D. (2020). The Effect of Political Connections on Corporate Tax Avoidance: Agency Theory Perspective. Jurnal Akuntansi dan Keuangan Indonesia, 17(2), 123–139.

Siburian, T. M., dan Siagian, H. L. (2021). Pengaruh Financial Distress , Ukuran Perusahaan , Dan Kepemilikan Institusional Terhadap Tax Avoidance Pada Perusahaan Manufaktur Sub Sektor Food and Baverage Yang Terdaftar Di Bei Tahun 2016-2020. Jurnal Ilmiah MEA, 5(2), 78–89.

Tang, Q., Chen, G., dan Lin, Z. (2021). Corporate governance, capital intensity, and tax avoidance: Evidence from China. International Review of Economics dan Finance, 72, 256–267.

Taufik, M., dan Muliana. (2021). Pengaruh Financial Distress Terhadap Tax Avoidance Pada Perusahaan Yang Terdaftar di Indeks LQ45. Jurnal Akuntansi, 1(1)(1), 1376–1384.

Tilehnouei, M. H., Esfahani, S. T., dan Soltanipanah, S. (2018). Investigating the effect of financial distress on tax avoidance during the global financial crisis in companies listed on Tehran Stock Exchange. International Journal if Finance and Managerial Accounting, 3(9), 41–51.

Wang, X. (2010). Tax avoidance, corporate transparency, and capital intensity. Advances in Taxation, 21, 131–145.

Widagdo, Rinosa Ari, dan Kalbuana, Nawang, D. R. Y. (2020). Pengaruh Capital Intensity, Ukuran Perusahaan, Dan Leverage Terhadap Tax Avoidance Pada Perusahaan Yang Terdaftar Di Jakarta Islamic Index. Jurnal Riset Akuntansi Politala, 3(2), 46–59.

Widya, A., Yulianti, E., Oktapiani, M., Jannah, M., dan Prasetya, R. (2020). Pengaruh Capital Intensity dan Inventory Intensity Terhadap Tax Avoidance.

Wu, W., Xu, L., dan Yuan, C. (2020). Do political connections affect corporate tax avoidance? Evidence from Chinese listed firms. Journal of Corporate Finance, 64, 101630.

Published

2025-11-11

Issue

Section

Articles