Wikrama Parahita : Jurnal Pengabdian Masyarakat https://e-jurnal.lppmunsera.org/index.php/parahita <ul> <li class="show"><strong>ISSN: <a href="http://issn.pdii.lipi.go.id/issn.cgi?daftar&amp;1508927135&amp;1&amp;&amp;" target="_blank" rel="noopener">2599 0012</a>&nbsp;(online)</strong></li> <li class="show"><strong>ISSN: <a href="http://issn.pdii.lipi.go.id/issn.cgi?daftar&amp;1508926422&amp;1&amp;&amp;" target="_blank" rel="noopener">2599-0020</a>&nbsp;(print)</strong></li> <li class="show"><strong>DOI:&nbsp;<a href="https://search.crossref.org/?q=2599-0012" target="_blank" rel="noopener">10.30656/jpmwp</a></strong></li> <li class="show"><strong>Accreditation Number:&nbsp;<a href="http://arjuna.ristekdikti.go.id/files/berita/Pemberitahuan_Hasil_Akreditasi_Jurnal_Ilmiah_Periode_VI_Tahun_2019.pdf" target="_blank" rel="noopener">No. 30/E/KPT/2019</a>&nbsp;(SINTA 3)</strong></li> <li class="show"><strong>URL:&nbsp;<a href="/index.php/parahita">http://e-jurnal.lppmunsera.org/index.php/parahita</a></strong></li> </ul> <p align="justify">Community Service Journal Wikrama Parahita is a journal managed by the Institute for Research and Community Service of the University of Serang Raya with&nbsp;ISSN <a href="http://issn.pdii.lipi.go.id/issn.cgi?daftar&amp;1508926422&amp;1&amp;&amp;" target="_blank" rel="noopener">2599-0020</a> (Print) and ISSN <a href="http://issn.pdii.lipi.go.id/issn.cgi?daftar&amp;1508927135&amp;1&amp;&amp;" target="_blank" rel="noopener">2599-0012</a> (Online).&nbsp;This journal contains articles of community service with the scope of Training and Marketing that are utilized for community empowerment, SMEs and local communities; Community empowerment; Social Access; Community Service Activities by Students; Empowerment of Border Area Communities; Education for Sustainable Development; Community Empowerment Program; Design and Reach Appropriate Technology for Communities.</p> Universitas Serang Raya en-US Wikrama Parahita : Jurnal Pengabdian Masyarakat 2599-0020 Peningkatan Manajemen Wisata Berbasis Teknologi Informasi di Desa Iboih, Kota Sabang https://e-jurnal.lppmunsera.org/index.php/parahita/article/view/5452 <p><em>Aktivitas Great Sumatran Fault pada Pulau Sumatera telah menyajikan deretan gunungapi dan geological landscape yang dapat di kembangkan sebagai potensi geowisata, seperti di Iboih, Weh Island tersedia dengan banyak potensi wisata alam yang dapat digunakan untuk peningkatan ekonomi masyarakat secara langsung, dan dapat digunakan sebagai lesson learned terhadap bahaya hidup di lingkungan vulkanik. Manajemen informasi wisata yang masih dikelola secara conventional memberikan keterbatasan dalam wisata, seperti penguasaan bahasa asing untuk pengelolaan informasi dan promosi terhadap pengunjung mancanegara. Maka perlu adanya pengembangan sistem manajemen wisata secara digital yang terintegrasi dengan teknologi informasi. Kegiatan ini dilaksanakan dalam empat tahapan yaitu, survei permasalahan mitra, perencanaan, pengembangan sistem manajemen wisata dan pelatihan masyarakat. Kegiatan pengabdian ini telah menghasilkan produk berupa sistem manajemen informasi, papan informasi destinasi wisata terintegrasi dengan QR-code dan peningkatan kemampuan masyarakat dalam pengelolaan informasi dan promosi wisata. Informasi pada QR-code ini disajikan dalam berbagai bahasa asing yang mempermudah wisatawan yang berkunjung ke Desa Iboih. Hasil pengabdian ini juga menunjukkan bahwa masyarakat sangat tertarik dengan penerapan manajemen wisata berbasis teknologi informasi.&nbsp; </em></p> Muzakir Zainal Muhammad Yanis Riza Aulia Putra Muksin Muksin Copyright (c) 2023 Muzakir Zainal, Muhammad Yanis, Riza Aulia Putra, Muksin Muksin https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0 2022-12-05 2022-12-05 7 1 1 10 10.30656/jpmwp.v7i1.5452 Pembuatan Desain Kemasan Produk untuk Pemberdayaan Industri Rumah Tangga dengan Metode Participatory Learning and Action https://e-jurnal.lppmunsera.org/index.php/parahita/article/view/3851 <p><em>Kemasan memiliki peranan yang penting dalam penjualan sebuah produk. Selain sebagai pelindung, kemasan telah berubah perannya sebagai media informasi, promosi, dan penarik minat pembeli. Desain dan&nbsp; bentuk kemasan yang menarik membuat pembeli tertarik untuk membeli produk. Sayangnya kebanyakan UMKM di Kabupaten Bangka Barat masih menggunakan kemasan plastik biasa/mika sehingga menyebabkan kurangnya minat pembeli dan penjualan menjadi rendah. Tujuan kegiatan ini adalah untuk memberdayakan industri rumah tangga di Kabupaten Bangka Barat yang bergerak di bidang penjualan makanan. Metode pendekatan kegiatan yang digunakan adalah Participatory Learning and Action (PLA) yang memiliki ciri khas adanya sosialisasi, diskusi, dan praktik pelatihan secara langsung. Tahapan kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah pra-pelatihan, tahapan edukasi, tahapan praktik, tahapan pendampingan, dan tahapan evaluasi. Dengan mengusung tema Good Packaging, seluruh peserta diberikan materi pembuatan desain kemasan menggunakan aplikasi text editor Microsoft Word. Hasil pelaksanaan kegiatan, diketahui bahwa pendekatan PLA berhasil dengan baik. Hasil analisis survey dengan metode Kirkpatrick menunjukkan keseluruhan level yakni Reaction, Learning, Behavior, dan Results mendapat hasil yang baik. Seluruh peserta mampu menyerap semua materi yang diberikan, bertambahnya pengetahuan terkait desain dan kemasan, kesadaran akan perubahan perilaku kerja, dan terciptanya prototipe desain kemasan baru dari produk-produk pelaku home industry.&nbsp; </em></p> Fransiskus Panca Juniawan Sujono Sujono Dwi Yuny Sylfania Hamidah Hamidah Copyright (c) 2023 Fransiskus Panca Juniawan, Sujono Sujono, Dwi Yuny Sylfania, Hamidah Hamidah https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0 2022-12-14 2022-12-14 7 1 11 20 10.30656/jpmwp.v7i1.3851 Penerapan Teknologi Fermentasi Cuka Kulit Semangka untuk Mengatasi Permasalahan Limbah dan Kesehatan di Wilayah Pasar Induk Caringin https://e-jurnal.lppmunsera.org/index.php/parahita/article/view/5405 <p><em>Penumpukan limbah kulit semangka di Pasar Caringin memberikan dampak buruk bagi lingkungan dan kesehatan masyarakat di Kelurahan Babakan Ciparay. Limbah tersebut sebenarnya dapat diolah menjadi produk yang lebih bermanfaat seperti cuka dengan teknik fermentasi. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan masyarakat di Kelurahan Babakan Ciparay tentang teknologi fermentasi dan kemampuan untuk mengolah limbah kulit semangka yang ada di Pasar Caringin menjadi cuka. Kegiatan ini dilakukan di aula Kelurahan Babakan Ciparay dan melibatkan 50 orang ibu-ibu Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (PKK). Kegiatan terbagi menjadi dua sesi, yaitu penyuluhan teknik fermentasi dan pelatihan pembuatan cuka kulit semangka. Hasil kuesioner menunjukkan bahwa peserta dapat memahami materi yang disampaikan. Peserta juga berhasil membuat cuka kulit semangka yang aroma dan rasanya mirip dengan cuka apel. Berdasarkan hasil yang telah dicapai, dapat disimpulkan bahwa kegiatan ini dapat meningkatkan pengetahuan dan kemampuan ibu-ibu PKK di Kelurahan Babakan Ciparay untuk mengolah limbah kulit semangka menjadi cuka. Dengan pengetahuan dan kemampuan tersebut, ibu-ibu PKK dapat membantu mengatasi penumpukan limbah kulit semangka di Pasar Caringin dan menghasilkan produk yang bermanfaat bagi kesehatan serta berpotensi memiliki nilai ekonomis.&nbsp; </em></p> Patricia Gita Naully Perdina Nursidika Prina Puspa Kania Firdha Rachmawati Taufik Gunawan Copyright (c) 2023 Patricia Gita Naully, Perdina Nursidika, Prina Puspa Kania, Firdha Rachmawati, Taufik Gunawan https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0 2023-01-02 2023-01-02 7 1 21 26 10.30656/jpmwp.v7i1.5405 Pelatihan Pembuatan Dye Sensitized Solar Cell (DSSC) Sederhana untuk Siswa SMP 161 Jakarta https://e-jurnal.lppmunsera.org/index.php/parahita/article/view/5445 <p class="abstractag">Perkembangan teknologi bersih menjadi isu yang saat ini sedang digencarkan pemerintah dalam upaya 100% elektrifikasi di Indonesia. Solar Panel merupakan salah alat yang paling populer dalam era teknologi baru terbarukan. Pengenalan solar panel di siswa bangku sekolah dapat mening¬kat¬kan pengetahuan dan pengalaman siswa dalam mengaplikas¬ikan energi baru terbarukan. Kurikulum Merdeka Belajar mendukung pengaplikasian teori secara hands on kepada siswa. SMP 161 dipilih karena merupakan sekolah adiwiyata yang menjadi mercusuar sekolah lain di Jakarta dalam hal lingkungan hidup. Dalam pelatihan ini, sel surya murah berbasis Dye Sensitized Solar Cell (DSSC) dibuat sendiri oleh siswa dan dipandu oleh tim dosen Universitas Pertamina. Menjelang akhir kegiatan, 100% siswa berhasil membuat DSSC dengan variasi dye dari jus blackberry dan buah naga merah. Dengan melakukan praktik langsung, siswa dapat memperoleh pengalaman dan pengetahuan baru mengenai DSSC.</p> Agung Nugroho Sylvia Ayu Pradanawati Yose Fachmi Buys Ayu Dahliyanti Dita Floresyona Yudi Rahmawan Tirta Rona Mayangsari Paramita Jaya Ratri Gede W.P. Adhyaksa Copyright (c) 2023 Agung Nugroho, Sylvia Ayu Pradanawati, Yose Fachmi Buys, Ayu Dahliyanti, Dita Floresyona, Yudi Rahmawan, Tirta Rona Mayangsari, Paramita Jaya Ratri, Gede W.P. Adhyaksa https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0 2023-01-02 2023-01-02 7 1 27 32 10.30656/jpmwp.v7i1.5445 Pengembangan Prosedur Operasional Baku Sebagai Upaya Menyiapkan Kelas dalam Hybrid Learning https://e-jurnal.lppmunsera.org/index.php/parahita/article/view/5404 <p><em>Penyelenggaraan pembelajaran campuran memiliki beragam permasalah, antara lain pembagian jadwal, kendala sinyal saat daring, pemilihan media dan bahan ajar, dan pengukuran kompetensi. Pada pembelajaran ini, kesiapan Institusi pendidikan dan guru dalam menggabungkan metode belajar daring dan luring sangat penting. Prosedur yang dapat dijadikan acuan dalam menyiapkan, melaksanakan, dan mengevaluasi pembelajaran idealnya disiapkan sebelum metode ini diterapkan, sehingga rencana pembelajaran dapat terlaksana dan capaian kompetensi terukur baik. Pengabdian ini bermitra dengan SMA IT ABC untuk memberikan pendam­pingan penyusunan prosedur operasional baku selama satu semester. Kegiatan yang dilakukan adalah pengumpulan data melalui pembagian kuesioner, FGD, pendampingan penyusunan, dan evaluasi. Luaran yang dihasilkan adalah diseminasi konsep pembelajaran campur, konsep prosedur operasional baku dari perencanaan, pelaksanaan, hingga evaluasi dan instruksi kerja tata laksana model pembelajaran. Berdasarkan evaluasi, jumlah Guru yang memahami POB pembelajaran campuran meningkat sebanyak 70% dan partisipasi aktif Murid di kelas daring sebanyak 40-50%. </em></p> Rahmalia Syahputri Nurfiana Nurfiana Ari Widiantoko Jaka Darmawan Copyright (c) 2023 Rahmalia Syahputri, Nurfiana Nurfiana, Ari Widiantoko, Jaka Darmawan https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0 2023-01-05 2023-01-05 7 1 33 40 10.30656/jpmwp.v7i1.5404 Pertanian Berkelanjutan: Penyuluhan Model Kopi Organik Bengkulu https://e-jurnal.lppmunsera.org/index.php/parahita/article/view/5265 <p><em>“Petani kebun kopi anorganik tanggung”, mungkin sangat tepat disematkan pada praktik berkebun kopi yang dilakukan oleh petani komunitas Kutei Cawang Ann di wilayah Kecamatan Selupu Rejang dan Kutei Lubuk Kembang di wilayah Kecamatan Curup Utara, Kabupaten Rejang Lebong Provinsi Bengkulu. Jumlah dosis pupuk yang sangat rendah, jauh kurang dari yang seharus­nya diberikan kepada setiap batang tanaman kopi setiap tahunnya, menyebabkan produksi biji kopi yang rendah. Metode dilakukan dengan need assessment dan Agriculture Training. Praktik berkebun campur (dapat disebut sebagai agroforestry tanaman utama kopi organik, pada akhirnya telah menjadi salah satu alternatif salah satu anggota komunitas Kutei Cawang Ann. Input produksi yang rendah memiliki produksi yang lebih tinggi dibandingkan dengan praktik kebun kopi anorganik tanggung. kualitas biji yang dihasilkan dari praktik kebun campur organik juga dihargai lebih tinggi oleh pedagang pengumpul biji kopi setempat. Menemukenali secara partisi­patif proses-proses degradasi lahan kebun kopi yang dikelola komunitas, di samping succes story penerapan tani organik kopi oleh anggota komunitas yang dapat dijadikan rujukan belajar bagi petani lain. Pentingnya pengayaan (enrichment) kebun campur berbasis tanaman utama kopi, pentingnya pem­buatan rorak dan lubang angin/biopori sebagai strategi konservasi lahan kebun kopi, pentingnya pembuatan pupuk organik, herbisida dan pestisida organik serta pengendalian hayati agar produktivitas lahan kebun kopi meningkat secara organik.&nbsp; </em></p> Eko Sumartono Siswahyono Siswahyono M. Nur Dita Nugroho Eka Nurdianty Copyright (c) 2023 Eko Sumartono, Siswahyono Siswahyono, M. Nur Dita Nugroho, Eka Nurdianty https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0 2023-01-10 2023-01-10 7 1 41 52 10.30656/jpmwp.v7i1.5265 Peningkatan Mutu Produk Serbuk Herbal Melalui Ekstraksi dan Kristalisasi Simplisia oleh KWT Rengganis Desa Arjasari https://e-jurnal.lppmunsera.org/index.php/parahita/article/view/5371 <p><em>Kelompok Wanita Tani (KWT) Rengganis di Desa Arjasari Kabupaten Bandung merupakan kelompok yang bergerak dibidang pengolahan hasil panen dari petani setempat menjadi produk yang bernilai jual lebih ekonomis. Salah satu&nbsp; kegiatan yang telah dilakukannya adalah mengolah tanaman seperti jahe, kunyit, dan rempah lainnya&nbsp; menjadi serbuk dan diolah menjadi&nbsp; minuman herbal. Kegiatan tersebut sangat bermanfaat mengingat pada saat ini minuman herbal sebagai bahan aditif yang dapat meningkatkan daya tahan tubuh semakin diminati oleh masyarakat luas. Tujuan PkM ini adalah mening­katkan masa simpan bahan baku herbal dengan cara mengubahnya menjadi simplisia, selanjutnya dijadikan serbuk dan diekstraksi untuk dijadikan serbuk melalui proses kristalisasi pada suhu 90°C selama kurang lebih 1 jam. Program PkM Polban ini diawali dengan memberikan beberapa materi&nbsp; tentang peningkatan mutu produk yang dimulai dari persiapan bahan, pencucian, pengeringan, ekstraksi dan kristalisasi. Selanjutnya mempraktikkan cara menggunakan alat perajang, grinding dan kristalisasi. Untuk mening­katkan baik jumlah dan mutu dari serbuk herbal siap minum ini juga diper­kenalkan tentang metode lain yaitu maserasi bertahap. Pasca penyuluhan, metode ini telah diterapkan oleh KWT dalam produksi jahe merah dan terbukti dapat meningkatkan rasa dan jumlah produknya. Seiring dengan itu permintaan pasar saat ini sudah mulai meningkat dengan indikasi naiknya jumlah penjualan per bulannya hingga hampir 200%. Target ke depan diharapkan KWT Rengganis dapat menampung hasil tanaman herbal dari petani setempat lebih banyak lagi dengan mengeringkan menjadi simplisia terlebih dahulu sebelum diolah menjadi produk. Dengan demikian produksi dapat menjadi lebih efisien dan ekonomis. Selain itu diharapkan kedepan KWT Rengganis memiliki rumah produksi yang memenuhi standar SNI.&nbsp; </em></p> Riniati Riniati Nancy Siti Djenar Lili Indrawati Sudrajat Harris Abdulloh Sinta Setyaningrum Nurcahyo Nurcahyo Copyright (c) 2023 Riniati Riniati, Nancy Siti Djenar, Lili Indrawati, Sudrajat Harris Abdulloh, Sinta Setyaningrum, Nurcahyo Nurcahyo https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0 2023-01-21 2023-01-21 7 1 53 60 10.30656/jpmwp.v7i1.5371 Peningkatan Literasi Lingkungan Peserta Didik MIN 3 Aceh Barat Menggunakan Metode Board Game Ular https://e-jurnal.lppmunsera.org/index.php/parahita/article/view/5466 <p><em>Literasi lingkungan merupakan kecakapan yang mengharuskan individu memiliki kesadaran akan pentingnya meningkatkan pengetahuan, keteram­pilan atas nilai-nilai dan norma lingkungan, serta perilaku yang mengutama­kan kelestarian lingkungan hidup. Lembaga sekolah menjadi salah satu sarana utama dalam memperkenalkan prinsip ekologi kepada peserta didik sejak dini. Kegiatan pengabdian ini dilakukan pada MIN 3 Aceh Barat dengan tujuan (1) merancang metode board game untuk meningkatkan literasi lingkungan peserta didik; (2) melakukan edukasi dan transfer kecakapan lingkungan kepada peserta didik MIN 3 Aceh Barat; (3) membentuk kader literasi lingkungan di lembaga mitra; dan (4) menjadikan board game ular tangga literasi lingkungan sebagai ekstrakurikuler. Metode yang digunakan dalam kegiatan pengabdian ini meliputi (1) mendesain ular tangga literasi lingkungan dan (2) memberikan pelatihan kepada peserta didik dan guru dengan menggunakan teknik bercerita dan mengajak mereka bermain ular tangga literasi lingkungan. Kelompok sasaran dalam kegiatan pengabdian ini adalah 37 peserta didik dari kelas tiga hingga kelas enam MIN 3 Aceh Barat dan 3 orang guru. Kegiatan pengabdian dengan metode ular tangga ini berhasil meningkatkan literasi lingkungan peserta didik dengan perubahan kecakapan ekologis yang terdiri atas (1) pengetahuan ekologis (35 siswa); (2) perilaku ekologis (35 siswa); (3) emosional ekologis( 32 siswa); dan (4) etika dan kesadaran ekologis (30 siswa). Selain itu, kegiatan ini juga telah membentuk kader guru untuk melanjutkan kegiatan literasi lingkungan di sekolah. Pendekatan board game ular tangga literasi lingkungan terbukti berhasil mengubah kecakapan lingkungan peserta didik sehingga dapat diterapkan pada berbagai mata pelajaran lainnya.&nbsp; </em></p> Nuri Nuri Adimas Surya Ulfa Destari Shinta Riski Amanda Yusril Sahendra Yuhdi Fahrimal Copyright (c) 2023 Nuri Nuri, Adimas Surya, Ulfa Destari, Shinta Riski Amanda, Yusril Sahendra, Yuhdi Fahrimal https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0 2023-01-23 2023-01-23 7 1 61 68 10.30656/jpmwp.v7i1.5466 Pemberdayaan Masyarakat Melalui Kegiatan Pembibitan dan Penanaman Mangrove di Pantai Salurang, Kepulauan Sangihe https://e-jurnal.lppmunsera.org/index.php/parahita/article/view/5336 <p><em>Mangrove memainkan peran sangat krusial bukan saja sebagai pelindung pesisir pantai tetapi juga sebagai tempat perkembangbiakan dan hunian beragam organisme dan sebagai sumber berbagai bahan bioaktif berpotensi medis. Kerusakan vegetasi mangrove di Kampung Salurang Kabupaten Sangihe yang merupakan daerah hilir akibat aktivitas tambang di daerah hulu menyebabkan penurunan drastis hasil tangkapan ikan di kampung Salurang dan musnahnya berbagai sumber bahan bioaktif potential. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan memulihkan vegetasi mangrove yang telah rusak di kampung Salurang. Tahapan kegiatan pengabdian meliputi (1) survei dan konsultasi dengan pemerintah kampung untuk menentukan lokasi penanaman dan tanggal pemberian materi penyuluhan, (2) pendampingan untuk pembibitan mangrove oleh tim kepada masyarakat, (3) pelaksanaan kegiatan mencakup pemberian materi kepada masyarakat termasuk pemuda dan siswa sekolah menengah pertama dan penanaman mangrove bersama masyarakat. Hingga saat ini, sekitar 76% dari 95% mangrove yang ditanam tumbuh dengan baik dan pertumbuhannya masih terus dipantau. Kegiatan ini memiliki implikasi penting bukan saja untuk lingkungan dan kehidupan masyarakat pesisir tetapi juga untuk melindungi organisme simbion mangrove maupun mangrove itu sendiri sebagai sumber berbagai bahan bioaktif potensial.</em></p> Frets Jonas Rieuwpassa Indra Wibowo Wendy A. Tanod Jaka F.P. Palawe Eko Cahyono Stevy I. M. Wodi Novalina M. Ansar Obyn I. Pumpente Aprelia M. Tomasoa Usy N. Manurung Eunike I. Kumaseh Fitria F. Lungary Herjumes Aatjin Christian A. Manansang Steward I. Makawekes Anggraini Barlian Walter Balansa Copyright (c) 2023 Frets Jonas Rieuwpassa, Indra Wibowo, Wendy A. Tanod, Jaka F.P. Palawe, Eko Cahyono, Stevy I. M. Wodi, Novalina M. Ansar, Obyn I. Pumpente, Aprelia M. Tomasoa, Usy N. Manurung, Eunike I. Kumaseh, Fitria F. Lungary, Herjumes Aatjin, Christian A. Manansang, Steward I. Makawekes, Anggraini Barlian, Walter Balansa https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0 2023-01-26 2023-01-26 7 1 69 74 10.30656/jpmwp.v7i1.5336 Pelatihan Manajemen dan Pembukuan pada Usaha Kecil Industri Kreatif Jenis Fashion https://e-jurnal.lppmunsera.org/index.php/parahita/article/view/5644 <p><em>Terlepas dari peran vitalnya bagi perekonomian Indonesia, Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) Indonesia masih menghadapi berbagai tantangan yang belum mampu terselesaikan salah satunya adalah persoalan tata kelola usaha yang memadai terutama dalam aspek manajemen usaha dan pencatatan transaksi. Berdasarkan persoalan tersebut, kegiatan pengabdian dilaksanakan dengan melibatkan UMKM yang berlokasi di area Bandung Raya. Pelatihan dilakukan dengan memanfaatkan fitur dan teknologi dari aplikasi pencatatan transaksi tertentu agar menambah pengetahuan partisipan dan mampu meyakinkan pihak ketiga pemberi modal seperti bank, koperasi, maupun investor dari masyarakat.&nbsp; </em></p> Maya Irjayanti Anton Mulyono Azis Copyright (c) 2023 Maya Irjayanti, Anton Mulyono Azis https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0 2023-02-02 2023-02-02 7 1 75 82 10.30656/jpmwp.v7i1.5644 Pemberdayaan Kelompok Tani dalam Pemanfaatan Kulit Buah Kakao (Theobroma Cacao L.) sebagai Produk Suplemen Antioksidan https://e-jurnal.lppmunsera.org/index.php/parahita/article/view/5480 <p><em>Pemanfaatan limbah kulit buah kakao (Theobroma cacao L.) menjadi produk suplemen kesehatan antioksidan berupa sediaan kapsul. Kegiatan peng­abdian kepada masyarakat bertujuan untuk mengenalkan bahwa limbah KBK yang dibuang oleh petani berupa cangkang menjadi limbah perkebunan yang tidak termanfaatkan dan menjadi sumber pen­cemaran. Senyawa fenolik sebagai antioksidan dari limbah KBK berkhasiat meng­hambat aktivitas radikal bebas pada tubuh manusia. Kandungan 6 – 9% protein kasar dari KBK telah dimanfaatkan dengan baik sebagai produk suplemen herbal anti­oksidan. Kegiatan ini dilakukan pada bulan Agustus 2022 yang merupakan bagian program pengabdian masyarakat unggulan Universitas Lampung. Pemanfaatan KBK sebagai produk kapsul suplemen herbal antioksidan, menciptakan kondisi lahan perkebunan kakao menjadi bersih, terhindar dari penyakit seperti busuk buah serta mengendalikan serangan hama. Pelak­sanaan PKM bertujuan untuk meningkatkan kapasitas kesejahteraan dan kapasitas masyarakat kelompok tani kakao Pekondoh. Melalui dukungan peman­faatan serta pemberdayaan potensi sumber daya pekon (desa) dengan cara penyuluhan pembuatan produk sediaan kapsul suplemen anti­oksidan dari limbah KBK. Hasil pelaksanaan PKM telah diterapkan dengan baik dengan meman­faatkan limbah KBK menjadi produk olahan sediaan kapsul WAKLATDO®. Pengetahuan serta pemahaman masarakat sebelum dan setelah terlibat dalam kegiatan pengabdian berbeda cukup signifikan. Pemanfatan KBK sebelum pendampingan (pre-test) adalah 27.33% dan setelah (post-test) adalah 80,12%. Hasil dapat dikatakan bahwa kegiatan pengabdian yang dilakukan cukup membawa dampak baik akan penge­tahuan dalam pemanfaatn KBK.&nbsp; </em></p> Zulpakor Oktoba Andi Nafisah Tendri Adjeng Putu Ristyaning Ayu Sangging Ari Irawan Copyright (c) 2023 Zulpakor Oktoba, Andi Nafisah Tendri Adjeng, Putu Ristyaning Ayu Sangging, Ari Irawan https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0 2023-02-07 2023-02-07 7 1 83 90 10.30656/jpmwp.v7i1.5480