KOMODIFIKASI INFORMASI DAN KONSTRUKSI MEDIA MASSA


Akhmad Khoirul Anwar(1*),

(1) 
(*) Corresponding Author

Abstract


Ada sejumlah media memberitakan harga beras dan cabe yang naik tajam. Bersamaan dengan itu, hampir semua media menyiarkan banyak “berita besar,” berita yang menjadi aras utama (mainstream) – tentang pengadilan wisma atlet, kerusuhan di Bima, pemanggilan tokoh oleh KPK, contohnya, atau siaran langsung sidang DPR di Senayan. Umumnya, berita-berita besar ditempatkan pada jam utama (dan diulang-ulang) di televisi, atau di halaman satu koran, sementara kenaikan harga beras atau cabe hanya ditempatkan di “rubrik ekonomi-bisnis,” di halaman dalam. Berita-berita besar, dipandang lebih memiliki news value ketimbang berita kenaikan harga beras. Semua media berkomitmen bahwa berita-berita yang disajikannya untuk memenuhi kepentingan publik. Berita-berita besar dipandang memiliki kadar kepentingan publik yang lebih besar ketimbang berita-berita lain – berita tentang kenaikan harga BBM, beras dan cabe, tarif angkutan, misalnya atau informasi tentang program dana bantuan sosial untuk penduduk miskin seperti Raskin dan BLSM. Namun, apakah ibu-ibu rumah tangga dan para petani peduli dengan apa yang terjadi di Senayan? – dibandingkan dengan informasi tentang harga beras dan cabe. Petani adalah produsen dua komoditas ini, sedangkan ibu-ibu rumah tangga adalah konsumennya. Jumlah keduanya, seperti kita tahu, amat besar, mayoritas. Apakah mereka bukan publik media?Kita memiliki media dengan jumlah lebih dari cukup untuk memenuhi kebutuhan informasi masyarakat kita. Berita-berita yang disiarkan juga sangat banyak dan bervariasi. Namun hanya sedikit informasi yang secara langsung fungsional bagi sebagian besar publik. Situasi ini dikonsepsikan – dalam metafor – sebagai banjir informasi. Sebagai banjir (air), tidak banyak air yang bisa diminum; sebagai banjir informasi, tidak banyak informasi yang memiliki kemanfaatan praktis. Kepentingan publik tak terhubung dengan informasi yang dipasokkan media, atau dalam istilah Postman, terjadi dikontekstualisasi. Bagaimana hal ini bisa terjadi? Apa pengaruhnya terhadap kualitas informasi?

Full Text:

PDF

Article Metrics

Abstract view : 48 times| PDF : 363 times

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2017 LONTAR: Jurnal Ilmu Komunikasi

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.